Demi mereka………

21 12 2007

Beberapa hari yang sungguh tak berguna….bukan beberapa hari lagi tapi puluhan ribuan hari yang sia2. Mengapa jalan hidup yang kulalui ini tidak pernah beranjak dari kesalahan, dari menyakiti hati orang lain. Padahal mereka2 itu memberiku sebuah harapan dan seutas kesempatan untuk aku bisa mengubah cara hidupku, Namun aneh, mengapa, kenapa, hati ini belum tergugah untuk mencari apa yng mereka berikan untukku itu. Terlalu bodoh untuk dipertanyakan kenapa. Karena memang ini sebenarnya hanyalah masalah yang sepele saja, masalah yang mudah untuk dipecahkan. Hanya tergantung dari sebuah hati. Apakah hati ini mau untuk menjadi lebih baik.

Kuucapkan terima kasih yang tiada tara bagi mereka yang selalu sabar, setia memberikan ku harapan, s’lalu membuka kesempatan dan menyingkapkan kelambu kegelapan dari sisiku. Dengan ini, dengan tulisan ini aku tidak mau menyia-nyiakan apa yang mereka korbankan untukku. Demi mereka aku akan merubah semua yang t’lah berlalu, untuk mereka ‘kan kubuktikan bahwa aku ini bisa, aku ini mampu mengatasi masalah ini. Biar semua orang tahu aku bisa melakukan sesuatu yang labih dari mereka bayangkan. Dan semua ini demi “MEREKA”.





ngapain di SMALVEN

8 12 2007

Smalven merupakan sekolah yang tiada tara berharganya bagiku. Karena disini tempat aku melakukan segala aktivitasku. Mulai dari mendengarkan yang guruku bilang, tempat saling ceplos sama temen2ku, maen sepak bola,voli,basketan, tercantum pula waktu buat saling bersosialisasi dengan para temen2 yang cool abiez. Tak lupa buat belajar agama lebih mendalam sama Bapak/Ibu Guru yang ramah meriah itu. Smalven sendiri udah aku anggap sebagai rumah kedua bagiku, karena 1/2 hariku selalu aku gunakan buat pergi ke sekolah ini. Harapanku semoga Smalven menjadi sekolah yang mampu menunjukkan pada dunia kalau SMA11 ini adalah sekolah yang mampu berprestasi dan bersaing dengan para sekolah2 lain utamanya di kawasan Surabaya. Maju terus pantang kendur !





kesalahan yang samar

7 12 2007

Apa sih yang sebenarnya ada dalam pikiran kita, ketika melihat para pengemis atau peminta sumabangan yang selalu hilir mudik tiada henti menghampiri kita. Apakah kita pernah berpikir kalau mereka2 itu benar2 meminta sumabangan karena dengan keperluan yang mendesak ataukah justru dijadikan sebagai sumber penghasilan bahkan pekerjaan yang utama. Jika Anda hal itu pernah masuk dalam otak Anda berarti Anda termasuk orang2 yang berpikir kritis terhadapa suatu permasalahan. Ataukah Anda hanya tidak mau ambil pusing terhadapnya, entah mau digunakan untuk apa atau apapun itu Anda tidak peduli yang penting Anda. Bahwa sesungguhnya ketika kita justru ingin membantu mereka dengan memberikan sebagian dari harta kita justru disitulah kesalahan kita yang terbesar.  Menagapa ? karena pada saat yang bersamaan kita telah membuat mereka tergantung terhadap pemberian seseorang sehingga tidak memacu mereka untuk belajar mandiri.  Dengan begitu akan semakin bertambah banyaklah orang -orang yang mencari pendapatan dengan cara yang sama, kerena dinilai hal itu lebih mudah dan praktis.