komentar apa itu!

30 06 2008

Spanyol…..Spanyol…..Spanyol…..

Mungkin suara itulah yang masih dan akan terus terngiang dalam sepekan terakhir ini. Karena Sang Matador itu pun kini telah merajai persepakbolaan di Eropa. Para punggawa-puggawa meraka telah mengantarkan Spanyol menuju gerbang penguasa di Euro 2008. Fernando Torres, sebut saja sebagai pahlawan pada malam itu karena dengan suntikan gol manisnya itu kursi kerajaan bisa didapatkan. Sementara itu David Villa sang top skor hanya bisa duduk dibangku cadangan demi menunggu detik-detik peluit akhir pertandingan dari wasit lantaran cedera kakinya sehingga tidak bisa main. Namun karena gol-gol spektakulernyalah Spanyol bisa sampai pada babak final dan kini menjadi Juara Euro 2008.

Perayaan spektakuler juga terdengar dari pendukung Spanyol di Indonesia. Dari nonton bareng yang beredar di seluruh penjuru nusantara. Namun berita kesedihan yang tiada tara muncul dari warga Jerman, tapi anehnya kekecewaan mereka dikeluarkan dengan komentar yang kurang wajar pada wartawan yang yang mewawancari pagi itu. Salah satu stasiun TV tanpa perlu disebutkan merek mewawancarai salah warga Jerman di tempat nonton bareng pada salah satu cafe di Jakarta. “Bagaimana pendapat Anda dengan akhir pertandingan tadi?”. “Saya mungkin agak kecewa dan tidak percaya dengan kekalahan Jerman dari Spanyol, tapi yang saya tanyakan hanya kapan Indonesia bisa masuk putaran Piala Dunia?. Komentar macam apa itu. Kalau memang mersa kecewa dengan tim favoritnya tolong jangan menjelek-jelekan bangsa orang doank!

Note: perubahan komentar seperlunya tanpa menghilangkan substansi dari komentar tsb, maklum penulis juga manusia yang tidak bisa mengingat 100% dari komentar tsb.

Iklan




Apa sebabnya…..?

7 06 2008

Indonesia telah melampaui 100 tahun kebangkitan nasional yang telah diperingati besar-besaran oleh seluruh tumpah darah Indonesia sehingga suara itu telah menyeru ke segala penjuru bumi pertiwi. Mulai dari teriakan bangkit dalam bidang ekonomi, sosial, politik serta bidang-bidang lainnya. Bahkan dietiap jam di tv terdapat banyak sekali iklan-iklan yang menyerukan kebangkitan Indonesia. Kebangkitan yang sempurna, kebangkitan yang jaya seperti dulu kala yang mampu mengusir penjajah.

Namun, belum lama kebangkitan itu diserukan tapi mengapa kekacauan di sana-sini yang  seperti kucing yang sedang berkelahi dengan begitu garang. Hari kebangkitan Pancasila pun jadi korbannya. Tanggal 1 Juni tepatnya, ketika Aliansi Kebangsaan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang baru menyelesaikan aksi damai di silang Monas. Masa Front Pembela Islam (FPI) merangsek masuk dan melakukan pengejaran serta pemukulan terhadap massa AKKBB. Dan tindak kekerasan itu pun terjadi dengan terdengarn suara gemuruh “Anti Ahmadiyah”. Entah apa yang sedang terjadi dan apa sebabnya tapi, yang jelas itu bukan merupakan tindakan warga Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Baik dengan lasan provokasi atau sebagainya tindkan FPI itu harus segera diselesaikan oleh pihak yang berwajib. Pihak yang wajib menangkap siapa saja pelaku pelanggar hukum iitu termasuk provokator dibalik semua itu.

Ayo Pak Polisi maju terus, kejar terus, tangkap teras, dan terang terus.